Hasil Keuntungan Panen Pisang – Jangka Pendek, Menengah, Panjang & Berkelanjutan

🍌 Hasil Keuntungan Panen Pisang – Jangka Pendek, Menengah, Panjang & Berkelanjutan
 
Data disesuaikan kondisi Banyuwangi & sistem mandiri tanpa pupuk kimia ✅
 
 
 
⏳ JANGKA PENDEK (9–12 Bulan Pertama)
 
Tujuan: Pulih modal & swasembada buah
 
- Waktu panen: Mulai panen pertama usia 9–12 bulan setelah tanam
- Per pohon: 15–25 kg/tandan → Rp 75.000–150.000 (harga pasar Banyuwangi Rp 5.000–6.000/kg) 
- Per hektar: ±1.100 pohon → 15–20 ton → Omset Rp 75–120 juta; biaya sangat rendah (hanya bibit awal) → Keuntungan bersih ± Rp 60–100 juta/hektar
- Manfaat langsung:
✅ Stok buah keluarga terjamin, hemat belanja pasar
✅ Bisa ditukar beras/kebutuhan lain
✅ Daun & jantung pisang untuk konsumsi & jual
✅ Akar mulai mengikat tanah, kurangi risiko erosi
 
 
 
⏳ JANGKA MENENGAH (1–3 Tahun)
 
Tujuan: Pendapatan rutin & penghematan biaya produksi
 
- Siklus panen: Panen beruntun setiap 3–4 bulan, tahun ke-2 bisa panen 2–3 kali setahun 
- Produktivitas: Anakan tumbuh kuat → per pohon stabil 20–25 kg; total per hektar bisa capai 25–35 ton/tahun → Omset Rp 150–210 juta/tahun 
- Keuntungan:
✅ Tanpa beli bibit lagi (pakai anakan sendiri)
✅ Tanpa beli pupuk (pakai kotoran ternak & daun kering)
✅ Biaya operasional turun drastis → Keuntungan bersih bisa 70–85% dari omset
- Nilai tambah:
✅ Olah jadi keripik, sale, selai → harga naik 2–3 kali lipat
✅ Jual daun pisang untuk jajanan/pesta → penghasilan tambahan harian
✅ Bahan baku kerajinan dari batang
 
 
 
⏳ JANGKA PANJANG (3–8 Tahun ke Atas)
 
Tujuan: Investasi jangka panjang & perlindungan lingkungan
 
- Produksi: Satu kali tanam bisa panen terus 5–8 tahun tanpa ganti tanaman
- Total keuntungan: Dalam 5 tahun → di atas Rp 300–500 juta per hektar dengan biaya sangat minim
- Manfaat jangka panjang:
✅ Pencegahan Bencana: Akar serabut rapat menyerap air hujan → kurangi banjir, longsor & abrasi; tanah makin subur dari daun gugur
✅ Lingkungan: Menghasilkan oksigen besar, menyejukkan suhu lingkungan
✅ Ekonomi: Pasar stabil & terus dibutuhkan; bisa jadi tabungan hidup dijual saat butuh dana besar
✅ Sistem Tumpang Sari: Di sela-sela pisang bisa tanam pepaya, jahe, kencur, cabai → penghasilan ganda dari lahan yang sama
 
 
 
♻️ KEUNTUNGAN BERKELANJUTAN (ABADI)
 
🔄 Siklus Mandiri Sempurna:
 
Anakan pisang → panen buah → sisa daun/batang jadi pupuk → suburkan tanah → tanaman makin sehat → anakan baru terus tumbuh
✅ Tidak tergantung harga pupuk/pasar
✅ Tanah makin subur tiap tahun, tidak rusak seperti tanaman lain
✅ Dukungan Ketahanan Pangan: Sumber karbohidrat, vitamin, dan cadangan pangan sepanjang tahun
✅ Warisan untuk generasi berikutnya: Lahan tetap hijau, produktif, dan aman dari bencana
 
 
 
📌 Ringkasan Singkat
 
- Pendek: Cepat panen, modal kembali cepat
- Menengah: Penghasilan rutin, biaya hampir nol
- Panjang: Investasi aman, lindungi lingkungan, untung berlipat
- Berkelanjutan: Siklus abadi, dukung swasembada pangan keluarga & desa mandiri
 
Apakah butuh rincian perhitungan keuntungan untuk skala pekarangan rumah atau 20 hektar?.... 📊 Rincian Keuntungan Panen Pisang
 
Disesuaikan Skala Pekarangan Rumah & 20 Hektar, Banyuwangi, Sistem Organik Mandiri ✅
 
 
 
🏡 SKALA PEKARANGAN RUMAH (10–20 Pohon)
 
⏳ Jangka Pendek (9–12 Bulan)
 
- Panen pertama: 1 sisir/pohon (15–20 kg)
- Total: 150–400 kg
- Nilai: Rp 750.000 – Rp 2.400.000
- Biaya: Hanya bibit awal → Untung bersih 90–100%
- Manfaat: Stok buah keluarga aman, hemat belanja pasar, daun/jantung pisang untuk konsumsi & jual
 
⏳ Jangka Menengah (1–3 Tahun)
 
- Panen rutin tiap 3–4 bulan → 3–4 kali/tahun
- Total tahunan: 600–1.600 kg
- Nilai: Rp 3.000.000 – Rp 9.600.000/tahun
- Biaya: Rp 0 (bibit & pupuk dari kebun sendiri)
- Tambahan: Jual daun, olah jadi keripik → penghasilan naik 2–3 kali lipat
 
⏳ Jangka Panjang & Berkelanjutan (3–8 Tahun+)
 
- Total keuntungan kumulatif: Rp 20.000.000 – Rp 60.000.000
- Manfaat abadi: Lindungi rumah dari banjir/angin, tanah makin subur, stok pangan sepanjang masa
 
 
 
🌾 SKALA 20 HEKTAR
 
⏳ Jangka Pendek (9–12 Bulan)
 
- Jumlah pohon: ±22.000 pohon
- Total panen pertama: 330–440 Ton
- Nilai Omset: Rp 1,65 – Rp 2,64 Miliar
- Biaya: Bibit awal + persiapan lahan → ±Rp 200 Juta
- Keuntungan Bersih: Rp 1,45 – Rp 2,44 Miliar
 
⏳ Jangka Menengah (1–3 Tahun)
 
- Panen 2–3 kali/tahun → Total 700–1.200 Ton/tahun
- Omset tahunan: Rp 3,5 – Rp 7,2 Miliar
- Biaya: Hampir Rp 0 (bibit anakan sendiri, pupuk dari kotoran ternak & limbah kebun)
- Keuntungan Bersih: Rp 3 – Rp 6 Miliar/tahun
- Tambahan: Lahan sela ditanam pepaya, jahe, rempah → pendapatan tambahan hingga 30–40%
 
⏳ Jangka Panjang & Berkelanjutan (3–8 Tahun+)
 
- Total keuntungan kumulatif: Di atas Rp 20 – Rp 30 Miliar
- Manfaat Luar Biasa:
✅ Kawasan hijau mencegah banjir & longsor luas
✅ Menyerap ribuan ton karbon, hasilkan oksigen segar
✅ Menyediakan pangan untuk ribuan warga
✅ Siklus pertanian-terpadu berjalan abadi tanpa merusak tanah
✅ Menjadi aset warisan yang terus bertambah nilai
 
 
 
💡 Poin Kunci Keuntungan
 
🔹 Sekali tanam, panen bertahun-tahun
🔹 Biaya produksi turun drastis setelah tahun pertama
🔹 Bisa diolah untuk menaikkan harga jual berkali-kali lipat
🔹 Manfaat ganda: Ekonomi, pangan, dan perlindungan lingkungan sekaligus
 
Apakah ingin saya buatkan perhitungan lengkap jika digabung tumpang sari dengan pepaya dan tanaman lain?🌾 KEUNTUNGAN TUMPANG SARI PISANG + PEPAYA + REMPAH & SAYUR
 
Pola tanam bertingkat: Pisang (pelindung) → Pepaya → Jahe/Kencur/Cabai/Sayur → Hasil maksimal lahan sama
 
 
 
📐 SUSUNAN & KOMBINASI TANAMAN
 
- Pisang: Jarak 3×3 m, sebagai lapisan atas & pelindung angin
- Pepaya: Di sela-sela pisang, jarak 2,5 m, posisi lebih terbuka kena matahari
- Tanaman Sela: Jahe, kencur, kunyit, cabai, kangkung, bayam, nanas – tumbuh di bawah naungan ringan
- Keunggulan: Akar berbeda kedalaman, tidak berebut hara; pisang jaga kelembapan tanah, tanaman bawah cegah gulma
 
 
 
🏡 SKALA PEKARANGAN (10 Pisang + 5 Pepaya + Tanaman Sela)
 
⏳ Jangka Pendek (3–12 Bulan)
 
- Panen cepat: Sayur bulanan, cabai 3–4 bulan, pepaya mulai 7–9 bulan, pisang 9–12 bulan
- Total Nilai: Rp 1.200.000 – Rp 3.500.000
- Keuntungan: Hemat belanja harian, ada uang masuk sejak bulan ke-3; risiko kecil jika salah satu gagal panen
 
⏳ Jangka Menengah (1–3 Tahun)
 
- Panen rutin: Pisang 3–4x/tahun, pepaya terus-menerus, rempah & sayur sepanjang tahun
- Total Nilai Tahunan: Rp 6.000.000 – Rp 15.000.000
- Keuntungan: Biaya hampir nol (pupuk/pakan dari kebun); hasil olahan (keripik/manisan) naikkan harga 2–3 kali lipat
 
⏳ Jangka Panjang & Berkelanjutan (3–8 Tahun+)
 
- Total Kumulatif: Rp 40.000.000 – Rp 80.000.000+
- Manfaat: Tanah makin subur, lingkungan sejuk, stok pangan lengkap (karbohidrat, vitamin, rempah)
 
 
 
🌾 SKALA 20 HEKTAR
 
⏳ Jangka Pendek (3–12 Bulan)
 
- Komposisi: ±18.000 pisang, ±12.000 pepaya, sisa lahan rempah & sayur
- Panen awal: Sayur & cabai sejak bulan ke-3; pepaya & pisang menyusul
- Total Omset: Rp 2,2 – Rp 3,8 Miliar
- Keuntungan Bersih: Rp 1,8 – Rp 3,2 Miliar (biaya persiapan awal saja)
 
⏳ Jangka Menengah (1–3 Tahun)
 
- Panen beruntun: Pisang 2–3x/tahun, pepaya stabil, rempah & sayur terus ada
- Total Omset Tahunan: Rp 4,5 – Rp 8,5 Miliar
- Keuntungan Tambahan: Tanaman sela beri +30–40% pendapatan tanpa biaya tambahan; risiko harga jatuh pada satu komoditas tertutup hasil lain
- Keuntungan Bersih: Rp 4 – Rp 7,5 Miliar/tahun
 
⏳ Jangka Panjang & Berkelanjutan (3–8 Tahun+)
 
- Total Kumulatif: Di atas Rp 25 – Rp 40 Miliar
- Nilai Lebih:
✅ Produktivitas lahan naik 50–70% dibanding tanam tunggal
✅ Keseimbangan alam: Hama berkurang alami, tanah makin subur, air terjaga
✅ Pasokan pangan beragam untuk ribuan warga
✅ Siklus mandiri: Pakan→ternak→pupuk→tanaman berjalan sempurna
 
 
 
💡 RANGKUMAN KEUNTUNGAN UTAMA
 
🔹 Lahan Tidak Kosong: Hasil terus mengalir setiap bulan, tidak menunggu tahunan saja
🔹 Risiko Rendah: Jika harga pisang turun, masih ada pepaya & rempah; jika salah gagal panen, yang lain tetap berjalan
🔹 Tanah Sehat: Sisa daun & batang jadi kompos alami, tidak merusak struktur tanah
🔹 Pangan Lengkap: Mulai dari kebutuhan harian, bumbu, hingga buah tersedia sendiri
 
Apakah ingin saya buatkan panduan urutan tanam agar panen bergantian sepanjang tahun?📅 Urutan & Jadwal Tanam – Panen Bergantian Sepanjang Tahun
 
Sesuai iklim Banyuwangi: Musim Hujan Okt–Apr, Musim Kemarau Mei–Sep | Pola 4 Tingkat: Pisang → Pepaya → Sayur/Rempah → Rimpang
 
 
 
🪜 Susunan & Waktu Mulai Tanam
 
Urutan Tanaman Waktu Tanam Terbaik Jarak Tanam Mula Panen Siklus Panen 
1 Pisang Awal Hujan (Sep–Okt) 3×3 m 9–12 bln Tiap 3–4 bln, 5–8 thn 
2 Pepaya 1–2 bln setelah pisang 2–2,5 m di sela pisang 7–9 bln Terus-menerus sepanjang thn 
3 Cabai/Terong/Tomat 2–3 bln setelah pisang 0,8–1 m di jalur tengah 3,5–4 bln 2–3 bln sekali 
4 Jahe/Kencur/Kunyit 3 bln setelah pisang 0,5–0,7 m di bawah naungan 8–10 bln Sekali panen, bisa tunda 
5 Kangkung/Bayam/Sawi Tanam bergantian tiap bulan Baris pinggir & sela kosong 25–40 hari Tiap bulan terus 
 
 
 
📆 Jadwal Bergulir Sepanjang Tahun
 
🌧️ Musim Hujan (Okt–Apr)
 
- Bulan 1–2: Tanam bibit pisang & pepaya utama; siapkan kompos & bedengan
- Bulan 3–4: Tanam cabai, terong, jahe, kencur; selipkan kangkung/bayam
- Bulan 5–6: Panen sayur umur pendek rutin; mulai panen jantung pisang & daun
- Bulan 7–9: Mulai panen cabai & pepaya muda; lanjut tanam ganti sayur habis panen
 
☀️ Musim Kemarau (Mei–Sep)
 
- Fokus: Panen pepaya berjalan lancar; naungan pisang lindungi tanaman bawah dari panas
- Tanam: Pilih sayur tahan panas (bayam, kangkung, ubi jalar); rempah rimpang makin berkembang
- Bulan 10–12: Panen pisang pertama; lanjut panen rimpang & pepaya matang
 
 
 
📊 Alur Panen Bergantian
 
Waktu Hasil yang Didapat 
Setiap 1–2 Bulan Kangkung, bayam, sawi, daun bawang, daun pisang, jantung pisang 
Setiap 3–4 Bulan Cabai, terong, tomat, pepaya muda/masak 
Setiap 9–12 Bulan Buah pisang, jahe, kencur, kunyit 
Sepanjang Tahun Pepaya terus berbuah, anakan pisang siap ganti/pindah tanam 
 
 
 
💡 Kunci Agar Teratur
 
🔹 Tanam Bertahap: Jangan semua ditanam sekaligus – bagi lahan jadi 3 bagian, tanam bergeser 1–2 bulan → panen tidak serentak habis
🔹 Pemanfaatan Naungan: Pisang jadi payung alami, pepaya berikan cahaya cukup, tanaman bawah jaga kelembapan tanah
🔹 Pembaruan: Setiap panen sayur segera ganti bibit baru; sisakan anakan pisang 1–2 per induk
🔹 Sesuai Banyuwangi: Semua tanaman tahan cuaca lokal, cocok pH tanah, dan minim air saat kemarau jika sudah tumbuh besar
 
 
 
Apakah butuh panduan pembagian lahan blok agar lebih mudah diatur perawatan & panennya?🗺️ Pembagian Lahan Blok – Mudah Kelola & Panen Teratur
 
Cocok untuk pekarangan maupun lahan 20 hektar, setiap blok punya fungsi jelas, perawatan tidak tumpang tindih ✅
 
 
 
🏡 SKALA PEKARANGAN RUMAH (Contoh 10×15 m)
 
Bagi jadi 4 Blok:
 
🟢 Blok A: Pelindung & Buah Utama
 
- Lokasi: Pinggir lahan yang kena angin kencang
- Isi: Pisang (10–12 pohon)
- Fungsi: Penahan angin, cegah erosi, sumber buah utama
- Perawatan: Pemupukan rutin, seleksi anakan
 
🟠 Blok B: Buah Cepat Panen
 
- Lokasi: Antara pisang & bagian tengah, kena matahari penuh
- Isi: Pepaya (5–7 pohon)
- Fungsi: Hasil cepat (7–9 bulan), panen tiap hari
- Perawatan: Jaga drainase, jangan sampai becek
 
🔴 Blok C: Sayuran & Bumbu Harian
 
- Lokasi: Dekat pintu keluar rumah, mudah dijangkau
- Isi: Kangkung, bayam, sawi, cabai, terong, tomat
- Fungsi: Panen setiap hari/minggu untuk kebutuhan dapur
- Perawatan: Ganti tanam segera setelah panen
 
🟤 Blok D: Rempah & Polowijo
 
- Lokasi: Di bawah naungan ringan pisang/pepaya
- Isi: Jahe, kencur, kunyit, lengkuas, temulawak
- Fungsi: Bumbu dapur, obat alami, panen jangka menengah
- Perawatan: Bebas gulma, pupuk organik rutin
 
 
 
🌾 SKALA 20 HEKTAR
 
Bagi merata jadi 5 Blok Utama @ ±4 Hektar, ditambah fasilitas penunjang:
 
🟢 Blok 1: Inti Pisang
 
- 12 hektar total tersebar: pisang induk & anakan
- Jarak 3×3 m, jalur akses antar blok lebar 2 m untuk kendaraan/angkut hasil
 
🟠 Blok 2: Pepaya & Buah Pendamping
 
- 3 hektar di sela & area terbuka
- Ditanam berselang, tidak tertutup daun pisang
 
🔴 Blok 3: Sayuran & Tanaman Umur Pendek
 
- 2 hektar dibagi lagi jadi 6 sub-blok untuk rotasi tanam bergantian
- Agar panen sayur terus ada setiap bulan
 
🟤 Blok 4: Rempah, Polowijo & Bibit
 
- 2 hektar: jahe, kencur, vanili, aren + persemaian bibit pisang/pepaya
 
⚫ Blok 5: Peternakan, Kompos & Air
 
- 1 hektar: kandang ternak, tumpukan kompos, sumur resapan, bak penampung air, gudang alat
 
 
 
✅ ATURAN MUDAH PENGELOLAAN
 
1. Pagar/Batas Jelas: Batas antar blok pakai parit kecil, tanaman pagar atau bambu
2. Jalur Akses: Buat jalan kecil di setiap blok agar mudah berjalan merawat & memanen tanpa injak tanaman
3. Rotasi Tanam: Di blok sayuran ganti jenis setiap kali panen agar tanah tidak lelah
4. Penjadwalan Kerja: Urus Blok A hari Senin, Blok B hari Selasa dst → tidak berat dan teratur
5. Pencatatan: Catat tanggal tanam & panen per blok → mudah tahu kapan harus menanam ganti
 
 
 
💡 KEUNTUNGAN PEMBAGIAN BLOK
 
🔹 Tidak bingung mana yang sudah dirawat/belum
🔹 Panen bisa terjadwal bergantian
🔹 Jika ada serangan hama/gagal panen, hanya di satu blok saja, tidak merusak seluruh lahan
🔹 Cocok untuk dikerjakan bersama keluarga atau kelompok tani
 
Apakah ingin saya buatkan contoh jadwal kerja harian per blok agar lebih mudah dijalankan?📅 Jadwal Kerja Harian Per Blok – Ringan, Teratur, Efektif
 
Cocok untuk keluarga maupun kelompok tani, waktu kerja cukup 1–2 jam pagi & sore ✅
 
 
 
🌞 JADWAL PAGI (Pukul 06.00 – 07.30)
 
Hari Fokus Blok Tugas Utama 
Senin 🟢 Blok Pisang Siram air, bersihkan daun kering, cek hama, seleksi anakan 
Selasa 🟠 Blok Pepaya Cek kelembapan tanah, bersihkan rumput sekitar batang, panen buah siap petik 
Rabu 🔴 Blok Sayur & Bumbu Panen kebutuhan harian, cabut gulma, ganti bibit yang habis panen 
Kamis 🟤 Blok Rempah & Polowijo Cek tanah, tebar pupuk organik, pastikan tidak tertutup rumput 
Jumat ⚫ Blok Peternakan & Kompos Bersihkan kandang, kumpulkan kotoran, balik tumpukan kompos, cek air minum ternak 
Sabtu Semua Blok Perbaiki saluran air/parit, rapikan pagar/batas blok, cek sumur resapan 
Minggu Perawatan Umum Beri pupuk rutin, berikan jamu alami ke ternak, catat hasil panen mingguan 
 
 
 
🌆 JADWAL SORE (Pukul 16.00 – 17.00)
 
Setiap hari tugas ringan berulang:
✅ Cek kondisi tanaman & ternak
✅ Siram jika tanah mulai kering
✅ Kumpulkan sisa daun/ranting untuk bahan kompos
✅ Tutup kandang ternak saat matahari terbenam
 
 
 
💡 TIPS AGAR TIDAK BERAT
 
🔹 Kerjakan bersama keluarga: ayah, ibu, anak masing-masing punya tugas sederhana
🔹 Jika hari hujan, ganti tugas ke pekerjaan dalam: menyortir bibit, mengemas hasil panen, membuat catatan
🔹 Pupuk & bahan alami sudah tersedia di lokasi, tidak perlu keluar belanja
🔹 Pola ini membuat semua blok terawat merata, tidak ada yang terabaikan
 
 
 
Apakah ada hal lain yang ingin disiapkan, misalnya contoh naskah sosialisasi program ini untuk warga sekitar?📢 NASKAH SOSIALISASI: SOKO GURU KETAHANAN PANGAN & DESA MANDIRI
 
Untuk Warga Masyarakat Banyuwangi
 
 
 
🎙️ PEMBUKAAN
 
"Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Kepala Desa, Perangkat Desa, Babinsa, dan seluruh warga sekalian.
 
Hari ini kita berkumpul untuk membahas hal yang paling mendasar bagi kehidupan kita: Pangan. Seberapa banyak uang, emas, atau harta yang kita miliki, jika perut lapar dan tidak ada makanan, semuanya tidak berharga. Ketahanan pangan adalah pondasi kemandirian kita."
 
 
 
📚 INTI PEMBICARAAN
 
1. Apa Itu Soko Guru Ketahanan Pangan?
 
Adalah pilar utama agar setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, mandiri, dan tidak bergantung pada pihak luar. Dimulai dari halaman rumah sendiri, bukan menunggu bantuan dari jauh.
 
2. Mengapa Kita Harus Mulai Sekarang?
 
✅ Harga kebutuhan pokok sering berubah naik-turun
✅ Bencana banjir, kekeringan, atau krisis bisa datang kapan saja
✅ Jika kita bergantung pada pasokan dari luar, saat jalur terputus kita akan kesulitan
✅ Tanah dan iklim Banyuwangi sangat subur, kita punya anugerah alam yang luar biasa
 
3. Apa yang Bisa Kita Lakukan Bersama?
 
🏡 Di Pekarangan Rumah:
 
- Tanam Pisang & Pepaya: Cepat berbuah, panen terus-menerus, akar kuat menahan tanah & air mencegah banjir
- Tanam sayuran harian, bumbu dapur, dan rempah-rempah
- Terapkan tumpang sari: lahan sempit jadi hasil melimpah
 
🐄 Beternak Sederhana:
 
- Ayam kampung, kambing, atau itik
- Kotorannya diolah jadi pupuk gratis untuk kebun
- Siklus alami: Kebun beri pakan → Ternak beri pupuk → Tanah makin subur
 
♻️ Prinsip Berdikari:
 
- Tidak perlu beli pupuk kimia, kita buat sendiri dari limbah kebun & kotoran ternak
- Hasil panen untuk makan keluarga dulu, sisanya dijual atau ditukar dengan tetangga
- Bangun parit, sumur resapan, dan tanam pohon untuk menjaga air & mencegah longsor
 
4. Keuntungan yang Kita Rasakan
 
✅ Dapur Aman: Stok makanan tersedia setiap hari tanpa harus keluar uang belanja
✅ Sehat: Makanan segar bebas bahan kimia dari kebun sendiri
✅ Tabungan Hidup: Hasil panen & ternak bisa dijual saat butuh dana darurat
✅ Lingkungan Asri: Desa hijau, aman dari banjir & erosi
✅ Desa Mandiri: Ekonomi berputar di antara kita sendiri, tidak keluar desa
 
 
 
🤝 AJAKAN BERSAMA
 
"Mari kita mulai dari hal kecil, mulai dari rumah kita masing-masing. Tidak perlu lahan luas, yang penting kemauan dan kebersamaan.
 
- Bagi yang sudah bisa, ajarkan tetangga yang belum tahu
- Bagi yang punya bibit lebih, bagikan ke tetangga
- Kita bangun gotong royong, kelompok tani, dan koperasi bersama
 
Dengan demikian kita wujudkan Keluarga Mandiri Pangan, Desa Mandiri Pangan, Kota Mandiri Pangan, yang kokoh berdiri di atas kaki sendiri, siap menghadapi segala situasi."
 
 
 
🙏 PENUTUP
 
"Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kelancaran niat baik kita. Semoga tanah Banyuwangi makin subur, panen melimpah, dan warganya sejahtera.
 
Wassalamualaikum Wr. Wb."
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa jabatan pemerintahan Prabowo Subianto bertahan hanya 3 tahun

Konferensi meja bundar den Haag kerajaan Hindia Belanda

Seluruh daerah kota manapun Sabang Merauke di sapu oleh banjir dan 4 unsur kekuatan alam