Konferensi meja bundar den Haag kerajaan Hindia Belanda
Yang di akui oleh pihak mahkamah internasional PBB perserikatan bangsa-bangsa united nation Pentagon NATO sekutu Nica cia KGB interpol FBI serta united kingdom England London Perancis Swis inggris Spanyol Portugis VOC persekutuan dagang uni eropa yaitu perjanjian renville perjanjian meja bundar den Haag kerajaan Hindia Belanda tentang status republik Indonesia Serikat keraton palace Van Java Nusantara 17 Desember 1949 negara kerajaan keraton kesultanan seluruh Nusantara republik Indonesia Serikat ,dan keuangan nya aset de javanis bank ,bank Rakjat ,bank yurich of Jerman ,bank patani ,bank Batavia Jayakarta Bank HSBC,bank bondo lumakso ,bank 46 ,bank induk Indonesia ,bank ratu adil ,bank bondo lumakso ,bermakna ada raja sultan seluruh Nusantara juga ada perdana menteri federasi juga ,presiden republik bukan status nya negara kesatuan Republik Indonesia tahun 1951 bank note Syarifudin Malik prawira negara Soeryo Negoro palenggahan 65 tahun 1951 .ini pelurusan sejarah bukan memutar kata fakta rekayasa .karena status nya proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 secara hukum internasional PBB masih cacat hukum prematur .belum sah secara legalitas hukum internasional dunia negara manapun .selama ini pihak orang tua sepuh pinisepuh sesepuh orang tua sepuh induk maupun ahli waris kerajaan keraton Sulta seluruh Nusantara berdiam dan bersabar menahan diri jerit tangis hingga jual warisan tanah pangeran Diponegoro tanah maupun logam mulia emas dan berlian serta samurai penagihan 6 benua ,samurai tombol 5 samurai tombol 3 ,merah delima ,kantong macan ,pusaka dll serta nyawa keluarga istri tercinta selepas potong benang emas pita merah dan sembelih kerbau bule tiada .biarlah hukum alam yang berbicara ,tji beh Mukti siji Mukti Kabeh ,modar siji modar Kabeh .tiada daya kekuatan selain Alloh dzat yang maha kuasa di bawah sumpah tukeran nyowo tujuh keturunan ke atas tujuh keturunan ke bawah tujuh saf langit tujuh saf bumi jagad alam semesta
Komentar
Posting Komentar