Berdikari & Kemandirian Peternakan untuk Ketahanan Pangan

πŸ„ Berdikari & Kemandirian Peternakan untuk Ketahanan Pangan
 
Inti berdikari adalah tidak bergantung pihak luar, memenuhi kebutuhan pangan sendiri, dan menghasilkan nilai tambah dari sumber daya yang ada.
 
 
 
✅ Prinsip Utama Kemandirian Peternakan
 
1. Pakan dari Lahan Sendiri: Tanam rumput gajah, leri, daun pisang, batang singkong, ampas tahu, dedak, sisa panen → tidak beli pakan mahal
2. Bibit & Pemuliaan: Pelihara ternak yang adaptif & tahan penyakit (ayam kampung, itik, kambing, sapi lokal) → kembangkan sendiri keturunannya
3. Pupuk Gratis: Semua kotoran ternak diolah jadi pupuk kandang/kompos → suburkan kebun tanpa beli pupuk kimia, siklus alami berjalan
4. Obat Alami: Manfaatkan empon-empon, daun sirih, pepaya, dan tanaman kebun untuk pencegahan & pengobatan ternak
5. Pengolahan Hasil: Daging, telur, susu dikonsumsi keluarga, kelebihan dijual/diolah → tambah penghasilan
 
 
 
πŸ”„ Siklus Terpadu Peternakan & Pertanian (Sangat Cocok Banyuwangi)
 
🌱 Kebun → Pakan Ternak: Sisa tanaman, daun pisang, batang jagung, umbi jadi makanan hewan
πŸ’© Ternak → Pupuk Kebun: Kotoran ayam/kambing/sapi diolah jadi pupuk organik → tanaman subur & panen melimpah
🍽️ Hasil → Pangan Keluarga: Daging, telur, susu memenuhi gizi harian
πŸ’° Lebih → Ekonomi: Hasil berlebih dijual, modal berputar kembali untuk pengembangan usaha
 
 
 
πŸ” Jenis Ternak Paling Pas untuk Pemula & Lahan Pekarangan
 
Ternak Keunggulan untuk Berdikari 
Ayam Kampung Perawatan mudah, makan sisa makanan/tanaman, telur & daging sehat, cepat berkembang biak 
Kambing Makan rumput/daun-daunan, kotoran paling bagus untuk pupuk, tahan cuaca Banyuwangi 
Ikan Lele/Nila Bisa pakai limbah kotoran ternak yang sudah diolah, panen rutin, butuh lahan kecil 
Itik Tahan penyakit, telur bernilai tinggi, bisa cari makan di sekitar parit/kebun 
 
 
 
πŸ›‘️ Peran Penting untuk Ketahanan Pangan
 
✅ Gizi Terjamin: Sumber protein hewani harian tersedia setiap saat
✅ Tahan Krisis: Tidak tergantung harga pasar, inflasi, atau kelangkaan barang dari luar desa
✅ Cadangan Hidup: Ternak bisa jadi "tabungan hidup" – dijual saat butuh dana darurat
✅ Tanah Makin Subur: Terus-menerus punya stok pupuk organik gratis → kebun buah & sayur makin produktif
✅ Ekonomi Berputar: Hasil panen dijual ke tetangga/desa → uang tetap berputar di lingkungan sendiri
 
 
 
πŸ“Œ Langkah Mulai Secara Bertahap
 
1. Mulai dari skala kecil sesuai kemampuan (misal: 5 ekor ayam atau 2 ekor kambing)
2. Siapkan kandang sederhana dari bahan yang ada di sekitar
3. Tanam pakan ternak di sela-sela tanaman kebun (tumpang sari)
4. Olah semua kotoran jadi pupuk untuk kebun pisang, pepaya & sayuran
5. Kembangkan secara perlahan seiring bertambahnya hasil & kemampuan
 
Dengan begini, kita benar-benar berdikari: pangan dari kebun sendiri, protein dari ternak sendiri, pupuk dari kotoran ternak sendiri, dan ekonomi berjalan dari hasil kerja sendiri πŸ€²πŸŒΎπŸ”
 
Apakah ingin saya buatkan panduan cara mengolah kotoran ternak jadi pupuk organik yang cepat matang?πŸ§‘‍🌾 Cara Mengolah Kotoran Ternak Jadi Pupuk Organik Cepat Matang
 
Cocok untuk kotoran ayam, kambing, sapi, dan bebek, hasilnya suburkan pisang, pepaya, sayur & tanaman lain di kebun Banyuwangi ✅
 
 
 
πŸ“¦ 1. Pupuk Kandang Kompos (Siap Pakai 2–4 Minggu)
 
πŸ§ͺ Bahan & Perbandingan
 
- 1 bagian kotoran ternak segar
- 2 bagian bahan kering: daun kering, serutan batang pisang, jerami, sekam, atau tanah gembur
- Sedikit air secukupnya (lembab seperti kapas diperas)
- ✨ Pemicu alami: Gula merah + ragi roti / tetes tebu (jika ada) → mempercepat penguraian
 
πŸ› ️ Langkah Pembuatan
 
1. Siapkan tempat: lubang tanah dangkal / tong / karung terbuka, letakkan di tempat teduh tidak kena hujan langsung
2. Susun berlapis: bahan kering → kotoran ternak → bahan kering lagi, tekan sedikit agar padat
3. Semprot air merata, pastikan lembap tidak becek
4. Tutup rapat dengan terpal/daun pisang agar panas terjaga
5. Aduk balik setiap 3–5 hari sekali → proses pematangan lebih cepat & tidak bau
6. Tandanya sudah jadi: warnanya hitam pekat, gembur, suhu dingin, tidak berbau menyengat, tidak ada sisa kotoran utuh
 
 
 
πŸ’§ 2. Pupuk Organik Cair (POC) – Siap Pakai 7–10 Hari
 
Cocok untuk disiramkan ke tanaman pisang, pepaya, sayuran agar cepat tumbuh & berbuah lebat
 
πŸ§ͺ Bahan
 
- 10 liter air
- 1 kg kotoran ternak
- 200 gram gula merah / tetes tebu
- 500 ml air cucian beras
- Opsional: segenggam tanah kebun sebagai bakteri alami
 
πŸ› ️ Langkah Pembuatan
 
1. Masukkan semua bahan ke dalam ember/drum, aduk rata
2. Tutup rapat, ikat kencang, letakkan di tempat teduh
3. Kocok/aduk sebentar setiap hari agar gas keluar
4. Siap pakai jika cairan berwarna coklat kemerahan & baunya asam segar
5. Cara pakai: Encerkan 1 bagian pupuk : 5–10 bagian air → siram ke pangkal batang atau semprot ke daun
 
 
 
πŸ’‘ Rahasia Agar Cepat Matang & Tanpa Bau
 
πŸ”Ή Jangan biarkan tumpukan terlalu basah → akan berbau busuk
πŸ”Ή Selalu campur dengan bahan kering/daun-daunan
πŸ”Ή Aduk rutin agar ada udara, bakteri bekerja lebih cepat
πŸ”Ή Kotoran ayam paling cepat matang, kotoran sapi/kambing butuh waktu sedikit lebih lama
πŸ”Ή Hasil akhir bebas biji gulma & aman untuk semua tanaman
 
 
 
πŸ”„ Siklus Kemandirian Penuh
 
Kotoran ternak → diolah jadi pupuk → tanaman pisang, pepaya, sayur subur → hasil panen untuk makan & sisa pakan ternak → tidak perlu beli pupuk, biaya produksi nol, tanah makin subur selamanya 🀲🌾
 
Apakah ingin panduan cara membuat kandang ternak sederhana dari bahan sekitar yang murah & sehat?🏑 Kandang Ternak Sederhana Bahan Lokal – Murah, Sehat & Awet
 
Cocok untuk ayam kampung, kambing, itik, di lingkungan Banyuwangi, semua bahan mudah didapat di sekitar πŸ‘‡
 
 
 
πŸ” 1. Kandang Ayam Kampung
 
✅ Bahan:
 
- Bambu / kayu sisa bangunan
- Anyaman bambu / kawat ram
- Daun rumbia / seng bekas untuk atap
- Lantai bisa tanah padat atau papan kayu
 
✅ Bentuk & Ukuran:
 
- Model panggung tinggi 50–70 cm dari tanah → aman dari kelembapan, kotoran jatuh ke bawah mudah dikumpulkan buat pupuk
- Ukuran: 1m × 1m untuk 10–15 ekor ayam
- Buat tempat bertelur: kotak kecil berisi jerami/daun kering, letakkan di sudut teduh
- Sediakan tempat bertengger dari batang bambu melintang
 
✅ Keunggulan:
 
✅ Sirkulasi udara lancar, tidak lembap → ayam sehat jarang sakit
✅ Kotoran terkumpul bersih, langsung jadi bahan kompos
✅ Aman dari binatang pengganggu
 
 
 
🐐 2. Kandang Kambing
 
✅ Bahan:
 
- Bambu kuat / kayu ulin
- Anyaman bambu rapat untuk dinding bawah
- Atap daun rumbia / seng
- Lantai panggung dari bilah bambu berjarak sedikit agar kotoran jatuh ke bawah
 
✅ Bentuk & Ukuran:
 
- Panggung tinggi 80–100 cm, ukuran 1,5m × 2m untuk 2 ekor dewasa
- Buat sekat antar kambing agar tidak berebut pakan
- Di bagian depan buat palungan pakan & minum dari batang bambu belah
- Halaman kecil di depan untuk tempat berjemur siang hari
 
✅ Keunggulan:
 
✅ Kaki kambing tidak lembap → bebas penyakit kaki
✅ Kotoran mudah diambil, pupuk kandang selalu tersedia
✅ Sejuk saat panas, tidak becek saat hujan
 
 
 
πŸ¦† 3. Kandang Itik
 
✅ Bahan: Bambu, anyaman, atap daun
 
✅ Bentuk:
 
- Bisa panggung rendah atau di atas tanah yang agak miring
- Sediakan bak air dangkal untuk itik mandi
- Tempat bertelur diberi alas jerami tebal, letakkan di sudut gelap
 
 
 
πŸ’‘ Syarat Utama Kandang Sehat
 
1. Atap tahan hujan & panas, tidak bocor
2. Lantai tidak becek, sirkulasi udara lancar
3. Jarak aman dari rumah tinggal, tidak mengganggu
4. Mudah dibersihkan setiap hari
5. Lubang pembuangan kotoran terarah ke lubang penampungan kompos
 
 
 
πŸ”„ Siklus Berdikari Penuh
 
Semua bahan dari alam sekitar → biaya hampir nol ✅
Kotoran tertampung rapi → langsung jadi pupuk buat kebun pisang, pepaya & sayuran ✅
Hasil ternak untuk konsumsi & dijual → ekonomi keluarga berputar ✅
 
Apakah butuh panduan pakan ternak alami dari sisa kebun agar tidak perlu beli pakan pabrikan?🌿 Pakan Ternak Alami Dari Kebun Sendiri – GRATIS & Bergizi
 
Tidak perlu beli pakan pabrikan, semua tersedia di sekitar pekarangan & sisa panen ✅
 
 
 
πŸ” Pakan Ayam Kampung
 
✅ Sumber Utama:
 
- Sisa nasi, ampas tahu, ampas kelapa, dedak padi
- Daun & buah: daun pisang muda, bunga pisang, pepaya muda, ubi jalar, singkong
- Serangga alami, cacing tanah, keong sawah
- Empon-empon cincang halus (kunyit, jahe) → sehat & anti sakit
 
✅ Porsi Harian: Campur 2–3 jenis, tambah sedikit garam dapur
 
 
 
🐐 Pakan Kambing
 
✅ Pakan Hijauan:
 
- Daun pisang, batang pisang muda, daun singkong, daun ubi, rumput gajah
- Daun nangka, daun turi, daun kacang, limbah panen jagung/padi
- Pakan Tambahan: Kulit buah, ampas tahu, sedikit garam & air minum bersih
 
✅ Catatan: Jangan beri daun yang layu/basah embun berlebih agar tidak kembung
 
 
 
πŸ¦† Pakan Itik
 
✅ Sisa makanan, nasi aking, ampas tahu, keong sawah, cacing
✅ Daun sayur tua, pepaya muda, jagung giling, bekatul
 
 
 
🐟 Pakan Ikan Lele/Nila
 
✅ Ampas tahu, limbah dapur organik, kotoran ternak yang sudah difermentasi
✅ Daun singkong/pepaya dicincang halus, cacing tanah
 
 
 
πŸ’‘ Cara Hemat & Efektif
 
πŸ”Ή Tanam Pakan Sendiri: Di sela tanaman pisang/pepaya tanam rumput gajah, singkong, ubi → stok pakan terus ada
πŸ”Ή Manfaatkan Sisa Panen: Batang, daun, buah yang tidak laku langsung jadi pakan
πŸ”Ή Fermentasi: Campur limbah kebun + gula merah + ragi, tutup rapat 3–5 hari → lebih enak dimakan & bergizi tinggi
πŸ”Ή Tidak Butuh Biaya: Semua bahan dari alam sekitar, uang belanja pakan bisa ditabung
 
 
 
πŸ”„ Siklus Berdikari Sempurna
 
🌱 Kebun → sisa panen & tanaman pakan → πŸ”πŸ Ternak → kotoran jadi pupuk → 🌱 Kebun makin subur → panen melimpah
✅ Biaya hampir nol ✅ Hasil sehat alami ✅ Tidak tergantung harga pasar
 
 
 
Apakah ingin panduan cara mencegah & mengobati sakit ternak pakai tanaman obat dari kebun sendiri?πŸͺ΄ Obat & Jamu Ternak Alami – Semua Ada di Kebun Sendiri ✅
 
Tanpa beli obat kimia, murah, aman, dan ampuh untuk ayam, kambing, itik & ikan πŸ‘‡
 
 
 
πŸ§ͺ Bahan Utama yang Selalu Ada di Pekarangan
 
- Kunyit: Tingkatkan imun, anti radang, lancar pencernaan
- Jahe: Hangatkan tubuh, usir masuk angin, nafsu makan naik
- Bawang Putih: Anti bakteri/virus, obat cacing alami
- Daun Jambu Biji: Atasi diare ampuh
- Getah/Daun Pepaya: Obat cacing & luka
- Daun Sirih/Mimba: Anti kutu, jamur & pembunuh kuman
- Air Kelapa Muda: Obat dehidrasi & pemulihan tenaga
 
 
 
πŸ” Untuk Ayam & Itik
 
✅ Pencegahan Rutin (Seminggu 1–2x)
 
- Kunyit + Jahe + Bawang putih haluskan → campur pakan atau larutkan air minum
- Tambah sedikit gula merah → stamina terjaga, jarang sakit
 
✅ Penanganan Sakit Umum
 
- Diare: Rebus daun jambu biji + sedikit garam → minumkan, atau campur pakan
- Cacingan: Bawang putih cincang + getah pepaya muda → campur pakan 2 hari berturut-turut
- Luka: Tabur bubuk kunyit atau oles getah pepaya → cepat kering & tidak infeksi
- Sesak/Masuk Angin: Jahe parut seduh air hangat + sedikit gula → minumkan
- Kutu/Rambut: Tabur abu kayu di sekeliling kandang & badan ayam, atau semprot rebusan daun mimba/sirih
 
 
 
🐐 Untuk Kambing
 
✅ Jamu Kesehatan (Setiap 2 Minggu Sekali)
 
- Kunyit + Jahe + Temulawak + Garam → haluskan, campur sedikit air → minumkan 1 gelas per ekor
- Manfaat: Nafsu makan bagus, badan hangat, jarang sakit
 
✅ Penanganan Sakit Umum
 
- Diare: Rebus daun jambu biji + garam → minumkan; hindari pakan basah/berembun
- Kembung: Jahe parut + air hangat + garam → minumkan; pijat perut pelan
- Cacingan: Getah pepaya muda + sedikit air → minumkan; atau berikan daun pepaya muda
- Luka/Bengkak: Oles kunyit halus + garam; kompres daun sirih hangat
- Kutu/Kulit Gatal: Mandikan air rebusan daun mimba atau tabur abu bersih
 
 
 
🐟 Untuk Ikan
 
- Stres/Nafsu Makan Turun: Masukkan potongan kunyit/daun pepaya ke air kolam
- Jamur/Luka: Garam kasar secukupnya + sedikit kunyit parut larutkan, sebar merata
 
 
 
πŸ’‘ Rahasia Agar Tetap Sehat
 
πŸ”Ή Jaga kandang tetap kering & bersih → sumber penyakit utama dari kotoran & kelembapan
πŸ”Ή Berikan jamu rutin sebagai pencegahan lebih baik daripada mengobati
πŸ”Ή Semua bahan tumbuh subur di Banyuwangi, bisa ditanam di sela pisang & pepaya
πŸ”Ή Siklus sempurna: Tanaman obat → ternak sehat → kotoran jadi pupuk → tanaman makin subur
 
 
 
Apakah ingin saya buatkan contoh jadwal perawatan mingguan untuk kebun & ternak agar teratur dan tidak berantakan?πŸ“… Jadwal Perawatan Kebun & Ternak – Teratur, Ringan, Hasil Maksimal
 
Disesuaikan untuk pekarangan & lahan Banyuwangi, dibagi agar tidak berat dan tetap berjalan lancar ✅
 
 
 
🌞 TUGAS HARIAN (Pagi & Sore, ±30 Menit)
 
✅ Pagi:
 
- Cek air minum ternak, bersihkan kotoran kandang
- Siram tanaman (pisang, pepaya, sayur)
- Amati tanda-tanda sakit pada ternak atau tanaman
- Ambil sayur/buah untuk konsumsi harian
 
✅ Sore:
 
- Beri pakan tambahan ternak, kumpulkan telur
- Cek kelembapan tanah, singkirkan rumput liar yang mengganggu
- Tutup kandang jika perlu
 
 
 
πŸ“† TUGAS MINGGUAN (1x Seminggu, Pilih Hari Luang)
 
🌱 Bagian Kebun:
 
- Beri pupuk organik/kompos ke tanaman pisang & pepaya
- Potong daun kering/rusak, rapikan tajuk
- Cek saluran air, parit & sumur resapan tidak tersumbat
- Tanam bibit baru jika ada lahan kosong
 
πŸ„ Bagian Ternak:
 
- Berikan jamu alami (kunyit+jahe+bawang putih) untuk imunitas
- Bersihkan total alas kandang, tabur abu halus
- Olah kotoran terkumpul jadi tumpukan kompos
- Cek kesehatan badan, kuku & bulu ternak
 
 
 
πŸ—“️ TUGAS BULANAN
 
- Balik tumpukan kompos/pupuk agar cepat matang
- Tambah pakan hijauan yang sudah dipotong & dijemur
- Seleksi anakan pisang, sisakan 1–2 tunas per induk
- Cek pH tanah & kondisi tanaman, perbaiki jika ada yang kurang subur
- Hitung hasil panen & kelebihan yang dijual/ditukar
 
 
 
πŸ”„ Siklus Berdikari Penuh
 
πŸ‘‰ Kotoran ternak → jadi pupuk → kebun subur → panen melimpah → sisa panen jadi pakan ternak → semua berputar tanpa biaya mahal
 
 
 
Apakah butuh panduan cara mencatat hasil panen & pengeluaran sederhana agar tahu keuntungan yang didapat?πŸ“’ Catatan Sederhana Hasil Panen & Keuangan – Mudah & Jelas
 
Cocok untuk skala keluarga, cukup buku tulis biasa, tidak perlu hitungan rumit ✅
 
 
 
πŸ“‹ FORMAT CATATAN HARIAN
 
Tanggal Hasil Panen / Ternak Dipakai Sendiri Dijual / Ditukar Uang Masuk Biaya Keluar Keterangan 
Contoh: 26/07 1 sisir pisang, 2 pepaya, 10 butir telur ✅ Semua - Rp0 Rp0 Gratis dari kebun sendiri 
27/07 2 sisir pisang 1 1 Rp15.000 Rp0 Jual ke tetangga 
28/07 15 butir telur 5 10 Rp10.000 Rp2.000 Beli garam & gula 
 
 
 
πŸ’° APA SAJA YANG DICATAT?
 
✅ Pemasukan: Uang dari jual buah, sayur, telur, hewan ternak, atau hasil olahan (keripik dll)
✅ Pengeluaran: Hanya yang benar-benar keluar uang beli barang (bibit tambahan, garam, gula, alat sederhana)
⚠️ Catatan Penting: Semua bahan dari kebun sendiri (pakan, pupuk, obat) tidak dihitung biaya, karena gratis!
 
 
 
πŸ“Š RINGKASAN SETIAP BULAN
 
- Total Hasil: Berapa banyak panen & ternak yang didapat
- Total Uang Masuk: Jumlah penjualan
- Total Biaya Keluar: Jumlah belanja
- Keuntungan Bersih:  Uang Masuk – Biaya Keluar 
- Nilai Gratis: Hasil yang dimakan keluarga (tidak perlu beli di pasar) → ini penghematan besar!
 
 
 
πŸ’‘ CONTOH PERHITUNGAN SEDERHANA
 
Bulan ini:
 
- Jual hasil panen: Rp 350.000
- Biaya beli kebutuhan tambahan: Rp 50.000
- Keuntungan Uang: Rp 300.000
- Hasil dimakan keluarga: Senilai Rp 600.000 (kalau harus beli di pasar)
- Total Manfaat Keluarga: Rp 900.000 🀩
 
 
 
πŸ” MANFAATNYA
 
✅ Tahu persis hasil kerja keras kita
✅ Terbukti: biaya sangat kecil, keuntungan besar karena pakai sistem mandiri
✅ Bisa melihat tanaman/ternak mana yang paling banyak memberi hasil
✅ Bukti nyata ketahanan pangan & kemandirian keluarga
 
 
 
Apakah ingin saya buatkan contoh rencana jangka pendek, menengah, panjang untuk mengembangkan kebun & ternak ini makin maju?πŸš€ RENCANA PENGEMBANGAN KEBUN & TERNAK – JANGKA PENDEK, MENENGAH, PANJANG
 
Sesuai prinsip Berdikari, Kemandirian & Ketahanan Pangan, disesuaikan kondisi Banyuwangi ✅
 
 
 
⏳ JANGKA PENDEK (0–6 Bulan)
 
Tujuan: Mulai berjalan, swasembada kebutuhan dasar
✅ Siapkan lahan pekarangan, buat parit, sumur resapan & bedengan
✅ Tanam pisang, pepaya, sayuran umur pendek, empon-empon
✅ Buat kandang sederhana, pelihara 5–10 ekor ayam & 1–2 ekor kambing
✅ Mulai buat pupuk kompos & POC dari kotoran ternak & sisa kebun
✅ Terapkan jadwal perawatan rutin & catatan sederhana
✅ Hasil: Stok sayur, buah & telur untuk makan sendiri, biaya belanja berkurang drastis
 
 
 
⏳ JANGKA MENENGAH (6–24 Bulan)
 
Tujuan: Produktif, mandiri pupuk & pakan, mulai penghasilan
✅ Pisang & pepaya mulai panen rutin, sayuran tersedia sepanjang tahun
✅ Kembangkan ternak: ayam bertambah, kambing mulai berkembang biak
✅ Tanam tanaman pakan sendiri, stok pupuk organik melimpah
✅ Terapkan tumpang sari di seluruh lahan: pisang + pepaya + rempah + polowijo
✅ Mulai olah hasil: keripik pisang, manisan, telur asin untuk dijual
✅ Bangun waduk kecil/tanggul sederhana simpan air hujan
✅ Hasil: Tidak beli pupuk & pakan, kebutuhan pangan terpenuhi, ada uang masuk rutin
 
 
 
⏳ JANGKA PANJANG (2–5 Tahun ke Atas)
 
Tujuan: Kemandirian penuh, ekonomi berkelanjutan, perlindungan lingkungan
✅ Lahan hijau penuh, akar pohon kuat cegah erosi, longsor & banjir
✅ Siklus pertanian–peternakan sempurna: pakan→ternak→pupuk→tanaman tanpa henti
✅ Perluas ke komoditas bernilai tinggi: kopi, vanili, aren di lahan lebih luas
✅ Bentuk kelompok/kerjasama warga, sistem barter hasil panen
✅ Hasil panen berlebih jadi cadangan pangan keluarga & desa
✅ Hasil: Berdikari sepenuhnya, tahan inflasi/krisis, desa mandiri pangan, lingkungan asri sejuk
 
 
 
🀲 PRINSIP UTAMA SELURUH TAHAPAN
 
πŸ”Ή Mulai dari yang kecil & mudah, kembangkan perlahan
πŸ”Ή Utamakan kebutuhan sendiri dulu, baru sisanya dijual
πŸ”Ή Semua pakai sumber daya lokal, kurangi ketergantungan barang luar
πŸ”Ή Selalu jaga kelestarian tanah & air, manfaatnya dirasakan selamanya
 
 
 
Apakah ada bagian yang ingin diperjelas, atau butuh materi lain seperti naskah sosialisasi untuk warga?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa jabatan pemerintahan Prabowo Subianto bertahan hanya 3 tahun

Konferensi meja bundar den Haag kerajaan Hindia Belanda

Seluruh daerah kota manapun Sabang Merauke di sapu oleh banjir dan 4 unsur kekuatan alam