Sistem republik hancur lebur semua lock down step down gulung tikar
Lebih lanjut seluruh keuangan IDR rupiah emisi dan non emisi rupiah tanpa di sertai tahun pembuatan dari IDR rupiah emisi 2014 ,IDR rupiah emisi 2016 ,IDR rupiah non emisi 2022 dan uang kertas adr rupiah polymer 1997-1999 serta IDR rupiah jaman Soekarno orde lama dan orde baru serta era reformasi, di gulung semuanya tanpa terkecuali karena banyak mark up penggandaan pencetakan uang kertas rupiah serta tidak sesuai pakem sistem juklak juklik mandat dawuh perintah wasiat mekanisme sistem riil kerja bank pelaksana bank kordinator bank garantie bank data , juga tanpa di sertai gurantor grentor holder dan owner, tanpa klausul hukum kronologi kejadian sejarah asal usul sumber dana alokasi dana penanggung jawab pengirim penerima kepemilikan back up atas dana lisensi payung kekuatan hukum lounding account regulasi keuangan under line proyek master plan progam pola konsep sistem visi misi asas untuk jangka pendek menengah panjang berkelanjutan alur jalur nya tanpa notaris , Konsultan hukum keuangan , tanpa pengacara internasional, tanpa konfirmasi kepada world bank imf the heritage foundation uni eropa dan foundation Asia Afrika 158 negara tanpa konfirmasi kepada federal reserve, mahkamah internasional PBB perserikatan bangsa-bangsa united nation Pentagon NATO sekutu Nica cia KGB interpol FBI serta otoritas keuangan global dunia. Juga tanpa colateral logam mulia emas. Status keuangan IDR rupiah dan Adr rupiah polymer hanya paper on the table pengakuan hutang di atas meja obligasi saham valas valuta asing surat hutang negara, SKBDN , sbn , sblc , LC , letter kredit . Dan status nya bank note Syarifudin Malik prawira negara Soeryo Negoro palenggahan 65 tahun 1951 Paper on the table uang republik NKRI negara kesatuan Republik Indonesia. Berujung salam gigit jari sambil meringis merongos hampa gini harapan glondangan kosongan truck tanpa muatan lokal tangisan jeritan , jadinya gestok gestapu kudeta militer dan pemberontakan kerusuhan huru hara anarkis demontrasi pembakaran, cheos politik kekuasaan jabatan kedudukan pangkat pemerintahan birokrasi eksekutif legislatif yudikatif instansi dari tingkat Pemkot Pemda pemprov pemkab, secara menyeluruh lapisan segenap masyarakat penduduk warga. Ekonomi bisnis perdagangan produk barang dan jasa eksport import kredit macet lesu . Perputaran keuangan tidak ada . Serba hancur hancuran tangisan . Banyak kelaparan kemiskinan . BBM minyak gas kosong , listrik BUMN bumd BUMDES kas daerah pusat kosong. Pemerintahan colap bangkrut , di tambah banyak korupsi pejabat daerah pusat dari tingkat RT RW lurah kecamatan kabupaten kotamadya propinsi Sabang Merauke dan kasus suap proyek , pajak mencekik Rakjat menindas Rakjat .
Komentar
Posting Komentar